Sabtu, 17 Oktober 2015

BNPB Adakan Gelar Relawan Penanggulangan Bencana di Surakarta












SURAKARTA – BNPB adakan Gelar Relawan Penanggulangan Bencana (PB) yang ke-4 di Stadion Manahan, Surakarta selama 4 hari. Peserta gelar relawan yang diikutsertakan merupakan relawan yang berdomisili di daerah lokasi kegiatan dan relawan dari pusat. Berbagai macam aktivitas kerelawanan diagendakan selama pelaksanaan gelar relawan berlangsung. Working session, 24 special session dan 8 side events.

Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bernadus Wisnu Widjaja menyatakan bahwa dalam menghadapi potensi bencana, kita harus berupaya meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat salah satunya adalah mewujudkan sumber daya manusia yang mampu, berkompeten dan terampil dalam penanggulangan bencana. Hal tersebut disampaikan saat membuka Gelar Relawan PB di Stadion Manahan dengan tema Relawan PB Tanggap, Tangkas dan Tangguh dalam Penanggulangan Bencana.


Ia mengatakan bahwa masyarakat dapat melatih diri menjadi relawan penanggulangan bencana atau membentuk komunitas dan forum pengurangan risiko bencana (PRB). Masyarakat pun bisamelakukan aksi PRB sesuai dengan kearifan lokal yang dimiliki daerahnya masing-masing.

Wisnu menekankan akan pentingnya meningkatkan kapasitas, menambah ilmu tentang kebencanaan khususnya pencegahan dan kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana. “Mari kita cegah risiko bencana bersama-sama sebelum risiko bencana mengenal kita dan orang-orang disekitar kita,” tambahnya.

Agenda Gelar Relawan selama 4 hari berupa finalisasi SOP 8 klaster, seminar regulasi PB, workshop desk relawan, inisiasi pembentukan forum nasional relawan PB, sosialisasi LSP PB, sosialisasi logistik, goes to school dan gerakan aksi relawan PB. Seluruh aktivitas Gelar Relawan PB dilaksanakan di lapangan terbuka dengan tenda-tenda sebagai ruang seminar/kelas, tempat istirahat peserta, dan sekretariat yang bertempat di area parkir Stadion Manahan, Surakarta. Sedangkan gerakan aksi relawan PB berupa penanaman pohon produktif, biopori dan serapan air, penanganan tanah retak, dan webbing jute dilakukan pada beberapa titik di Kabupeten Klaten dan Karanganyar. Goes to school berupa sosialisasi pengurangan risiko bencana pada sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA di kota Surakarta. Selain kegiatan utama, Gelar relawan PB juga menampilkan bengkel jute-net dari BPBD Kabupaten Cilacap, aksi pemadam kebakaran dari BPBD Surakarta, panggung hiburan rakyat, dan bazaar UMKM yang berlokasi di Stadion Manahan Surakarta.
Kami Perwakilan dari STIKes MITRA HUSADA telah mengikuti kegiatan tersebut dengan 1200 peserta lainya yang tersebar dalam kegiatan kegiatan lainya. berikut foto kegiatanya :

 
















Sumber : http://bnpb.go.id/berita/2640/bnpb-adakan-gelar-relawan-penanggulangan-bencana-di-surakarta

Minggu, 04 Oktober 2015

KULIAH PERDANA "STIKes MITRA HUSADA KARANGANYAR" Tahun ajaran 2015/2016

Foto bersama: Bupati Karanganyar beserta Karyawan/wati STIKES Mitra Husada Karanganyar.

Asah Intelegensi dengan Membaca Kitab Suci



Pengisian kuliah perdana STIKES Mitra Husada Karanganyar.
Kurang lebih 200 Mahasiswa/ mahasiswi STIKES Mitra Husada Karanganyar mengikuti kuliah perdana yang dipimpin langsung oleh Bupati Karanganyar Drs. Juliyatmono, MM di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat pagi (4/9)


Pada kesempatan tersebut Juliyatmono menekankan bahwa Mitra Husada sebagai salah satu perguruan tinggi ilmu kesehatan di Karanganyar untuk terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) khususnya tenaga kesehatan secara profesional dan berkualitas sehingga dapat berkompetisi secara sehat utamanya pada situasi global saat ini. Karena keberlangsungan dan kemajuan kampus ini tidak ditentukan oleh siapapun, melainkan oleh kemampuan seluruh stake holder Mitra Husada dalam membaca peta kedepan.
Mantapkan progam studi yang sudah ada, optimalkan sumber daya untuk peningkatan mutu pengelolaan institusi. Mampu bekerjasama dan berkoordinasi yang baik dengan Pemerintah maupun pihak luar.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa mahasiswi STIKES Mitra Husada untuk menjadi pribadi yang santun, cerdas dan terampil sehingga terbentuk generasi muda yang berkarakter.
Pimpinan STIKES Mitra Husada Fitria Hayu Palupi, SST, M.Kes memberikan fandel kepada Bupati Karanganyar Drs. Juliyatmono, MM sebagai kenang-kenangan.
“Jadilah generasi yang bermanfaat. Ilmu yang kalian dapat, terapkan dalam berkehidupan sosial sehingga dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Membiasakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai cerminan mahasiswa ilmu kesehatan, “tutur Bupati.
“Asah intelegensi kalian dengan rajin beribadah, sering membaca Kitab Suci Agama yang kalian yakini. Sing Islam yo sregep sing sholat lima waktu, sregep sing ndheres Al’Qur’an. Yen Kristen yo kudu sregep neng gereja karo maca injil ( Yang Islam ya harus rajin sholat lima waktu, rajin membaca Al Qur’an. Kalau Kristen ya rajin ke Gereja, membaca Injil). Itu dapat mengasah dan mempertajam kecerdasan yang kalian miliki. Karena pentingnya mencari ridho Allah agar segala urusan dimudahkan. Karena jika kamu memulai dengan yang baik, maka kebaikan itu akan kembali kepada diri kita ” terang Juliyatmono saat menyampaikan kuliah perdana dihadapan para mahasiswa mahasiswi STIKES Mitra Husada Karanganyar.
sumber : http://www.karanganyarkab.go.id/20150904/asah-intelegensi-dengan-membaca-kitab-suci/